12 agustus
abah landoeng
Militer
perang
veteran
0
Abah Landoeng Tetap Sehat Dan Kuat Di Hari Veteran Nasional 2025 di CFD Bundaran HI
jabar.suarana / Jakarta Pusat -- Gelaran kirab sekira500-an veteran di car free day (CFD) Jalan Thamrin Bundaran - Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berlangsung (10/8/2025) terkait peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 10 Agustus 2025. Secara umum, acaranya berlangsung meriah, juga diwarnai nuansa heroik serta respek dari ribuan para peserta CFD.
Kirab para veteran yang berasal dari pasukan berbeda, Pleton PKRI (Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia), Pasukan Trikora, Pasukan Dwikora, dan Pasukan Seroja, tiba di Bundaran HI sekitar pukul 07.15 WIB. Peserta kirab ada yang memakai kursi roda, titik awal dimulai dari Patung Kuda. Tak pelak keramaian ini menjadi pusat perhatian dari para peserta CFD, berkelindan penuh nuansa epik nan heroik, malah.
![]() |
Abah Landoeng saat diwawancarai media |
Tak jarang beberapa warga spontan melakukan salam hormat, beberapa di antaranya spontan melakukan salam takzim kepada para veteran, sambil meneriakkan yel yel -- Merdeka, Merdeka …Merdeka !
“Terima kasih opa dan oma, atas perjuangan sehingga NKRI untuk selamanya tetap eksis,” kata Ferdi dan kawan-kawannya peserta CFD disela-sela kegiatan olahraga lari pagi yang ramai.
HBL Mantiri
Terpantau, Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) HBL Mantiri seakan mengingatkan kembali kepada ribuan warga, bahwa keberadaan veteran di Indonesia harus tetap terwujud dengan jelas!
"Supaya rakyat tahu, veteran itu tetap eksis dan akan ada selamanya ada melekat pada NKRI," ujar HBL Mantiri dengan nada tegas sambil menambahkan - ”Para generasi muda kita, harus bisa melanjutkan semangat kemerdekaan 1945.”
Lebih lanjut HBL Mantiri menyatakan,”nilai-nilai patriotisme anak muda saat ini masih kurang, untuk melestarikannya, perlu semangat serta nilai-nilai 1945, yaitu pantang menyerah, patriotisme, dan rela berkorban,” ujarnya penuh gairah melalui pelantang suara yang cukup jernih terdengar.
Ridwan Sulanjana
Kepada redaksi Mayjen TNI (Purn.) Ridwan Sulanjana, Kepala Departemen Organisasi DPP LVRI yang secara khusus menghadirkan sosok Abah Landoeng asal Bandung - Cimahi, Jawa Barat pada Harvetnas 2025 di Jakarta yang usianya pada 11 Juli 2025 menapak satu abad, dan tercatat sejak 14 November 2024 menerima Tanda Kehormatan Veteran (Tahorvet) Pembela Kemerdekaan RI Dwikora:
“Mungkin ada keunikan khusus dari Abah Landoeng, menerima Tahorvet justru pada usia ke-98 tahun. Artinya, negara masih berkesempatan kepada Abah dan keluarganya. Ini apresiasi khusus atas jasa-jasanya yang tak terkira terhadap NKRI.”
Sementara itu Abah Landoeng sendiri, terkadang selama kirab Harvetnas 2025 secara bergantian kursi rodanya didorong oleh mantan Pangdam Siliwangi (2002 - 2005), RIdwan Sulanjana dengan seorang relawan dari Pemuda Panca Marga (PPM) dari wilayah DKI Jakarta, menyatakan rasa haru tak terkira:
“Bersyukur hari ini, saya masih punya umur relatif panjang. Ya, menapak satu abad. Dan, bisa berkumpul bersama rekan-rekan veteran se Indonesia. Penting, keberadaan veteran bagi generasi muda. Ia pejuang bangsa tanpa pamrih. Harapannya, Indonesia tetap utuh dan kuat,” ujar Abah Landoeng dengan nada penuh semangat.
Praktis pada hari itu pesta Harvetnas mulai dari Abah Landoeng, dan representasi 500 veteran se Indonesia lainnya, serta ribuan warga Jakarta lainnya pada siang harinya disuguhi aneka kegiatan, “para veteran menggunakan bus Transjakarta secara gratis berkeliling kota, dan lainnya bisa menyaksikan pertunjukan teaterikal kepahlawanan dari Kota Surabaya di kawasan Bundaran HI,” terang Ridwan Sulanjana.
Sementara itu, menjelang siang Abah Landoeng bersama beberapa veteran lainnya dari berbagai daerah di Indonesia, bergantian mengikuti kegiatan podcast di Gedung Veteran RI Graha Purna Lt XI, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 50, Jakarta Selatan.
“Bagi Abah, kegiatan kali ini sangat membekas, teringat sekitar 80 hingga 90-an teman-teman Abah dari Jawa Barat. Mereka, sesama relawan guru waktu 1960 hingga 1961 ditugaskan ke Kalimantan Utara (Dwikora), keberadaannya hingga kini masih belum jelas,”urainya dengan nada sedikit lirih sambil memungkas -”Mau dicoba menelisik ke Batalyon Infanteri 328/Dirgahayu (Yonif 328 Dirgahayu - red) di Depok, dan Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak (Yonif PR 305/Tengkorak - red) di Teluk Jambe, Karawang.” . *jabar.suarana/IST
Via
12 agustus